news

Pengamat Sejarah Cirebon: 5 Hal Harus Dimiliki Sultan Cirebon Saat Ini

penulis: Admin | 25 July 2020 09:56 WIB
editor:


Pengamat Sejarah Cirebon, Mustaqim Asteja. (FOTO: Pikiran-Rakyat.com)
Pengamat Sejarah Cirebon, Mustaqim Asteja. (FOTO: Pikiran-Rakyat.com)

Cirebon, KejarFakta.co - Mustaqim Asteja, pengamat sejarah Cirebon menilai, jika ditinjau dari perjalanan sejarah Cirebon ada lima hal yang harus dimiliki seorang Sultan di Cirebon untuk saat ini.

Ke-5 hal tersebut di antaranya yaitu pertama, dapat meneruskan perjuangan dan dakwah Pangeran Walangsungsang Cakrabuana dan Sunan Gunung Jati beserta Sultan-sultan Cirebon terdahulu, yang kini telah menjadi tradisi Islam di keraton turun temurun.

Kedua, dapat mempertahankan ikatan silaturahim yang telah dirajut oleh Sultan terdahulu, disamping juga dapat mempersatukan atau merukunkan famili kerabat Kasultanan Cirebon.

Ketiga, yaitu bisa melestarikan cagar budaya Kasultanan Cirebon dan berbagai tradisi kebudayaannya sebagai jati diri bangsa Indonesia.

Keempat, yaitu sultan di masa sekarang harus bisa melestarikan kawasan keraton Cirebon sebagai benteng lingkungan hidup.

Yang kelima, adalah harus bisa dalam Mewujudkan, menyemarakan kegiatan-kegiatan ekonomi kreatif dan Kepariwisataan di kawasan Keraton Cirebon untuk peningkatan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat sekitar keraton.

Pangeran Raja (PR) Luqman Zulkaedin. (Foto: Dok/Istimewa)

Sementara menanggapi hal itu Pangeran Raja (PR) Luqman Zulkaedin sebagai putra mahkota sekaligus pewaris takhta Sultan Sepuh ke XIV Keraton Kasepuhan Cirebon, dalam memimpin keraton ke depan akan mempertahankan tradisi turun temurun di Keraton Cirebon, hal tersebut sebagai mana pesan yang disampaikan ayahandanya sebelum meninggal dunia.

Seperti dalam waktu dekat sebagaimana yang sudah disampaikan dan diumumkan oleh Sultan Sepuh ke XIV, pada tanggal 2 Agustus 2020 akan ada haul Sunan Gunung Jati," kata Luqman seperti dikutip dari PikiranRakyat.com.

Luqman menambahkan, beliau sudah mengagendakan dalam kegiatan itu untuk ada ziarah ke Makam Sunan Gunung Jati, serta agenda sedekah kepada anak yatim. "Namun karena beliau sudah tidak ada, akan tetapi acara tersebut tetap harus dilaksanakan, maka akan dilaksanakan oleh saya sebagai penerusnya," jelas Luqman.

Disamping melaksanakan tradisi turun temurun, Luqman menargetkan kedepan bagaimana destinasi wisata di Cirebon bisa terus naik dan nyaman bagi wisatawan. Kemudian melestarikan Desa Grabah di cirebon, karena dengan hal itu kuliner juga akan terangkat dan lowongan pekerjaan, bagi masyarakat lokal akan lebih terbuka. (***)

Tag : #Kasepuhan Cirebon#Sejarah