news

Habiskan Dana Rp3,6 Miliar Selama Dua Bulan, Pemkot Cirebon Tak Miliki Dana Lagi untuk Perpanjangan Sewa Hotel Tempat Isolasi Pasien Covid-19

penulis: Admin | 9 December 2020 22:19 WIB
editor: admin


Hotel Onos. (FOTO: Ist)
Hotel Onos. (FOTO: Ist)

Cirebon, KejarFakta.co - Dua hotel di Cirebon dijadikan sebagai tempat isolasi bagi penderita Covid-19. Kedua hotel ini disewa Pemerintah Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan.

Hotel tersebut yakni Hotel Onos dan Langensari. Untuk menyewa kedua hotel itu, Pemkot Cirebon harus menggelontorkan uang sewa mencapai Rp3,6 miliar selama dua bulan.

“Dana Rp3,6 miliar itu termasuk untuk kebutuhan dana tenaga medis dan biaya asupan makanan untuk pasien,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, Edy Sugiarto, seperti di kutip dari radarcirebon.com, Rabu (9/12/2020).

Edy menuturkan, untuk saat ini Pemkot Cirebon sudah tidak memiliki dana untuk perpanjangan sewa kedua hotel itu.

“Saya sih berharap agar kedua hotel tersebut sewanya diperpanjang. Tapi itu semua tergantung kebijakan dari pimpinan Pemkot Cirebon dan menyesuaikan dengan APBD tahun 2021,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pengadaan alat rapid test di Kota Cirebon sejak awal Maret hingga Desember ini sudah tidak tersedia. Alat pendeteksi wabah Covid-19 yang menggunakan sampel darah ini, tidak akan digunakan kembali oleh Pemkot Cirebon.

“Ya alat rapid test sudah habis, itu pengadaan sejak awal. Tapi hasil dari rapid test ini tidak sangat signifikan. Menunjukkan positif, tapi belum tentu benar positif Covid-19. Mendingan hasil swab test, hasilnya bagus orang yang dites swab bakal ketahuan positif atau tidak, kalau rapid tes hasil tes nya 50:50. Dihilangkan saja alat rapid test itu, karena tidak penting dan tidak berdaya ungkit. Kami tidak akan menggunakan alat rapid test lagi, kami hanya akan menggunakan swab test,” pungkasnya. ***

Tag : #Covid-19#Hotel#Isolasi